Kertas adalah putih bersih, seperti manusia ketika lahir di dunia. Pensil, hitam, tajam, digunakan untuk menggambarkan garis kehidupan manusia di atas kertas putih. Ketika ada garis yang tidak diinginkan, gunakan penghapus untuk menghilangkannya. Ketika terdapat kesalahan pada garis kehidupan manusia, apa yang digunakan untuk menghapusnya?
Mungkin kita sering mendengar dan melihat tayangan tersebut diatas di televisi. Bagi yang setia menonton tayangan sinetron “Para Pencari Tuhan” di SCTV setiap pagi saat sahur, tayangan tersebut tidak akan asing karena selalu ditayangkan ketika waktu imsyak telah tiba.
Kemudian apa jawaban dari pertanyaan terakhir dari tayangan tersebut? Sesuai dengan yang ditampilkan, jawabannya adalah saling memaafkan antara sesama. Dari situ tersimpan pesan bahwa maaf-memafkan antara sesama manusia itu bukanlah sebuah aib. Tetapi sebaliknya adalah sebuah tindakan mulia yang akan menjadikan hidup ini menjadi lebih indah dan lebih baik. Sehingga janganlah kita malu untuk meminta maaf ketika kita melakukan kesalahan, dan juga berikanlah maaf ketika kita dimintai maaf, bahkan maafkanlah tindakan sesorang jauh sebelum dia meminta maaf.
Tetapi sangat disayangkan bahwa pada saat ini banyak manusia yang tidak sadar bahwa dia telah menggoreskan garis yang salah dalam kehidupannya. Sebagian orang lebih suka menggambar abstrak dimana setiap goresan adalah benar. Bilapun goresannya salah, maka dia akan memoles dan menghiasi goresan salah tersebut sehingga tidak terlihat lagi kesalahannya. Oleh karenanya dia tidak butuh penghapus. Dan juga suatu kesia-siaan apabila dirinya diberikan penghapus. Tetapi satu hal yang pasti adalah bahwa lukisan abstrak merupakan sebuah lukisan yang tak berbentuk. Mungkin sekilas terlihat “indah”, tetapi sesungguhnya dibalik itu, lukisan abstrak tidak memiliki arti dan karakter apapun kecuali “keindahan” itu sendiri.
Jadi, maukah kehidupan kita ini diisi dengan sesuatu yang tidak berarti? Tentunya tidak bukan? Oleh karenanya tentukanlah tujuan ketika menggoreskan garis di kehidupan kita. Gunakanlah penghapus untuk menghilankan garis-garis yang salah. Sehingga pada akhirnya kehidupan kita yang singkat ini bermakna dan memiliki nilai lebih, terutama bagi diri kita sendiri dan menjadi lebih mulia bila hidup ini bisa bermakna bagi masyarakat serta lingkungan disekitar kita. (arkhansubari)